Multiprotocol Label Switching (MPLS) dan Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)

Multiprotocol Label Switching (MPLS)

Multiprotocol Label Switching (MPLS) adalah suatu solusi untuk permasalahan yang dihadapi oleh kecepatan network, rancangan lalu-lintas dan manajemen. MPLS telah muncul sebagai suatu solusi rapi untuk menemui bandwidth-management dan kebutuhan untuk jaringan tulang punggung berasis IP selanjutnya.
Multiprotocol Label Switching adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone (jaringan utama) berkecepatan tinggi yang menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya.
Multiprotocol Label Switching adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket.

 Fungsi MPLS
i)    Menghubungkan protokol satu dengan lainnya dengan Resource Reservation Protocol (RSVP) dan membuka Shortest Path First (OSPF).
ii)    Menetapkan mekanisme untuk mengatur arus traffic berbagai jalur, seperti arus antar perangkat keras yang berbeda, mesin, atau untuk arus pada aplikasi yang berbeda.
iii)    Digunakan untuk memetakan IP secara sederhana.
iv)    Mendukung IP, ATM dan Frame-Relay Layer-2 protokol.
 Cara Kerja MPLS
Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).

Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)

DSL merupakan teknologi untuk akses Internet dengan menggunakan kabel tembaga, sering disebut juga sebagai teknologi suntikan atau injection technology yang membantu kabel telepon biasa dalam menghantarkan data dalam jumlah besar. DSL dapat tersedia berkat adanya sebuah perangkat yang disebut DSLAM (DSL Acces Multiplexter). Untuk mencapai tintugkat kecepatan yang tinggi, DSL menggunakan sinyal frekuensi hingga 1 MHz.
Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) adalah salah satu jenis dari DSL. ADSL memakai sinyal frekuensi antara 20 KHz sampai 1 MHz. Sementara untuk penggunaan ADSL di Indonesia dengan program Telkom Speedy, kecepatan yang ditawarkan berkisar antara 1024 kbps untuk downstream dan 128 kbps untuk upstream. Kecepatan downstream inilah yang menjadikan ADSL lebih cocok untuk kalangan rumah tangga. Karena pada kalangan rumah tangga umumnya lebih banyak kegiatan menerima dibandingkan kegiatan mengirim. Seperti mendownload data, gambar, musik, ataupun video.

Asynchronous Transfer Mode (ATM)

ATM adalah singkatan dari Asynchronous Transfer Mode (ATM), adalah teknologi switching dan multiplexing, dimaksudkan untuk memindahkan berbagai jenis trafik (data, suara, video, audio) dengan cepat dan efisien. ATM merupakan sebuah teknologi lapisan 2, yang dapat digunakan oleh siapa saja, namun sekaligus merupakan sebuah jaringan publik sebagaimana halnya Internet, dengan sistem pengalamatan yang dikelola secara rapi, sehingga setiap perangkat di dalam jaringan dapat memiliki sebuah identitas yang unik.

Gambar. Protokol ATM.
Asynchronous Transfer Mode merupakan standar internasional untuk cell relay di mana multiple tipe layanan (semisal suara digital / voice, video, atau data) disampaikan dalam fixed length (53-byte) cells. Fixed-length cells memungkinkan proses sel (cell) berlangsung dalam perangkat keras (hardware), dengan demikian akan mereduksi keterlambatan transmit. ATM dirancang untuk transmisi media berkecepatan tinggi seperti E3, SONET, dan T3.Standard ini memberikan keuntungan:
1)    Antarmuka lebih dispesifikasikan daripada arsitektur internal atau seluk-beluk pelaksanaannya. Pendekatan ini mempertahankan kemampuan beroperasi antar peralatan vendor-vendor yang berlainan, memberikan fleksibelitas untuk mempertinggi waktu kerja produk.
2)    Standard yang sama dapat digunakan untuk LAN dan WAN, pelaksanaan dari ATM. ATM memberikan integrasi tanpa layer kecepatan tinggi dari LAN dan WAN.
ATM mengijinkan pengelola jaringan untuk mendesain jaringan dengan efisiensi yang tinggi, fleksibel, kemampuan memetakan.Jaringan ATM mempunyai karakteristik: 
1)    Paket ATM dan pengiriman informasi dalam 53 byte, format sel yang tertentu, tak tergantung dari kecepatan link (mata rantai hubungan) atau tipe media yang harus dilewati atau aplikasi yang dibawa.
2)    ATM dapat dioperasikan pada kecepatan yang berbeda (contoh, 155 Mbps atau 45 Mbps) dan dapat bekerja pada tipe media yang berbeda (seperti serat optik multimode, single-mode dan STP dan UTP kabel). Antarmuka ini dapat seenaknya dicampur dalam satu jaringan.
Karakteristik ini berarti ATM cocok untuk lingkungan dengan wilayah yang besar (seperti interkoneksi perlengkapan dekstop, backbone untuk LAN kampus, dan WANs) dan dapat digunakan untuk membawa bermacam-macam aplikasi yang besar (seperti, suara, gambar, dan data). ATM memberikan solusi terbaik untuk jaringan yang membutuhkan kecepatan tinggi, latency yang rendah, pendukung aplikasi yang fleksibel.
Arsitektur ATM
 Arsitektur ATM  digambarkan serupa dengan model OSI seperti di bawah ini.

OSI Layer
ATM sublayer
Jaringan layer3
Layer yang lebih tinggi, termasuk:
1.      Pensinyalan seperti Interim Local Management Interface (ILMI) 
2.      Transfer Data
Data link layer2
ATM Adaptation Layer (AAL), termasuk:
1.      Convergence Sublayer (CS)
2.      Segmentation and Reassembly Sublayer (SAR)
Physical layer 1
Physical layer, termasuk:
1.      Transmission Convergence(TC): Contoh: Synchronous Optical Network (SONET)
2.      Physical Medium Dependent (PMD)


Format data ATM
Dasar informasi yang digunakan oleh ATM adalah cell berukuran tetap yang terdiri dari 53 oktet atau byte. 5 byte pertama berisi informasi header, seperti pengenal koneksi, sementara 48 byte sisanya berisi data, atau payload.
Karena switch ATM tidak harus mendeteksi ukuran unit data, switching dapat dilakukan secara efisien. Ukuran kecil sel juga membuat itu cocok untuk transfer data real-time, seperti suara dan video. Lalu lintas seperti tidak toleran terhadap keterlambatan akibat harus menunggu paket data yang besar yang akan diambil dan diteruskan Cell ATM termasuk sebuah header 5-byte. Tergantung pada antarmuka, header ini bisa menjadi baik dalam UNI atau NNI format.
 Gambar. Antar Muka ATM Protocol.
Cell UNI header memiliki bidang-bidang berikut :
1)    GFC = Generic Flow Control (4 bits) (default: 4-bit nol) digunakan untuk mengontrol aliran sel dari user-jaringan.
2)    VPI = Virtual Path Identifier (8 bit Uni) atau (12 bits NNI) merupakan bidang routing untuk jaringan.
3)    VCI = Virtual channel identifier (16 bits) digunakan untuk routing ke dan dari pemakai ujung.
4)    PT = Tipe payload (3 bits) menunjukkan jenis-jenis informasi
5)    CLP = Cell Loss Priority (1-bit) menyediakan bimbingan kepada jaringan saat terjadi kemacetan.
6)    HEC = Header Error Control (8-bit CRC, jumlahnya banyak = X 8 + X 2 + X + 1) digunakan untuk mendeteksi kesalahan. Dan membetulkan kode sehingga memberikan perlindungan terhadapkesalahan dalam jaringan.
Cell NNI format header, digambarkan pada gambar diatas, mencakup bidang yang sama kecuali bahwa ruang GFC dipindahkan dengan spasi VPI lebih besar, menempati 12 bit dan membuat VPIs lebih tersedia untuk NNIs.
Sistem Pengalamatan
Standard ITU-T berdasarkan pada penggunakan system pengalamatan E.164 (PSTN) untuk jaringan ATM Publik. ATM Forum mendefinisikan format alamat berdasarkan pada struktur jaringan OSI yaitu network service access point (NSAP) address. Format alamat ATM NSAP terdiri atas 20 byte yang di desain untuk penggunan dalam jaringan ATM private, sementara jaringan public menggunakan system pengalamatan E.164 yang didefiniskan oleh ITU-T. Forum ATM telah memberikan format encoding dari system pengalamatan NSAP ke E.164, sehingga pengalamatan E.164 dapat digunakan pada jaringan privat. Format pengalamatan NSAP berisi atas tiga bagian:
1)    The authority and format identifier (AFI) – AFI mengidentifikasi tipe dan format dari IDI, dimana secara bergiliran, mengidentifikasi pengalokasian alamat dan otoritas administrative.
2)    The initial domain identifier (IDI) – IDI adalah nomor dengan format E.164. Jika menggunakan format Data country code (DCC), IDI adalah data dari alamat Negaraseperti telah dijelaskan pada ISO 3166, “setiap alamat diatur oleh anggota ISO nasional di setiap negara”. Jika menggunakan format ICD, IDI adalah international code designator (ICD) yang dialokasikan dalam ISO 6523. ICD mengidentifikasi organisasi internasional tertentu. Namun, forum ATM merekomendasikan jaringan public atau privat dari service provider tidak menggunakan format DCC atau ICD, melainkan membuat perencanaan penomoran sendiri the domain specific part (DSP) – DSP berisi routing informasi aktual.
Kelebihan & Kekurangan
Terdapat beberapa kelebihan dari ATM, diantaranya adalah sebagai berikut ini :
1)    ‘Label Switching’: Dalam protokol ATM menggunakan label switching karena pada label switching bekerja dengan cara memeriksa 3 lapisan header apabila satu paket diterima router, dan menghantarkan paket tersebut ke hop (node) yang berikutnya berdasarkan tujuan yang diinginkan. Label switching mempunyai banyak kelebihannya, diantaranya lebih mudah untuk membina satu label switching router kerena paket yang digunakan boleh dilalui oleh label sebagai indeks ke dalam  switch memory untuk menentukan hop seterusnya dan juga karena label lebih ringkas dibandingkan alamat IP. Kedua, dengan menggunakan label switching maka proses pengiriman dalam ATM akan lebih cepat dan melibatkan cost yang lebih rendah. Ketiga, label switching disekitar ATM kurang lebih sama dengan protokol lain sehingga bukan suatu yang mustahil untuk menggunakan cara yang sama untuk penghantaran paket dan juga pengurusan rangkaian
2)    ‘Low latency’ :Salah satu ciri penting dari ATM adalah rendahnya penyembunyian dan ketidaknampakan dari kapasitas untuk merentangi LAN dan WAN. Hal ini disebabkan oleh paket-paket yang terdapat dalam lapisan ATM yang mempunyai panjang yang tetap. Kadar kelajuan dan bandwidth yang tinggi :Karena faktor „low latency‟ ATM digunakan untuk aplikasi yang memerlukan kadar kelajuan dan bandwidth yang tinggi. Saat ini terdapat banyak LAN berkecepatan tinggi seperti gigabit Ethernet dan MAN yang dapat menampung 10 Km luas diameter menggunakan protokol ATM sebagai fiber-distributed data interface (FDDI) dan dual queue distributed bus (DQDB).
3)    Penyatuan rangkaian: Pada dasarnya paket protokol hanya sesuai untuk „bit variable service‟ dan tidak boleh memindahkan data yang berbeda. Namun dalam Protokol ATM, protokol tersebut telah direkayasa agar mampu membawa berbagai jenis data sesuai dengan keperluan pengguna
4)    Kemampuan bekerja dengan protokol yang ada dan legasi LAN : Aplikasi yang baru memerlukan bandwith yang tinggi, pada ATM bandwith yang tinggi dapat terpenuhi tanpa harus membangun protokol sendiri. Karena ATM menggunakan yang sudah ada dan legasi LAN seperti Ethernet, Token Ring, dan FDDI. Sehingga ATM hanya menggunakan jaringan yang sudah ada dan hanya perlu ditambahkan perangkat tambahan jika diperlukan.
5)    Bandwidth atas permintaan : Dengan ATM, pengguna boleh meminta bandwidth yang diinginkan apabila satu panggilan dimasukkan, rangkaian akan mulai mencari bandwidth yang diminta secara dinamik.
Kekurangan pada ATM adalah Komponen penunjang jaringan ATM seperti juga jaringanan yang lain tersusun atas material fisik. Perubahan fisis karena pengaruh suhu, aliran elektron, petir, dan sebagainya akan menimbulkan noise yang akan berpengaruh pada unjuk kerja jaringan. Selain kesalahan transfer karena sebab-sebab fisis di atas, dalam jaringan ATM yang melibatkan bit-bit informasi kemungkinan terjadinya kesalahan bertambah karena mekanisme penanganan bit-bit informasi yang memiliki kelemahan, misalnya mekanisme pembuangan sel atau paling tidak penundaan pengiriman sel apabila terjadi overflow. Kekurangan-kekurangan di atas pada akhirnya akan menyebabkan menurunnya kualitas layanan jaringan ATM secara keseluruhan.

Protokol Jaringan Ethernet

Ethernet adalah teknologi jaringan komputer berdasarkan pada kerangka jaringan area lokal (LAN). Sistem komunikasi melalui Ethernet membagi aliran data kedalam paket individual yang disebut frame. Setiap frame berisi alamat sumberdan tujuan dan pengecekan error data sehingga data yang rusak dapat dideteksi dan dikirim kembali.
 Ethernet adalah protokol LAN yang memungkinkan setiap PC berlomba untuk mengakses network. Sekarang ia menjadi protokol LAN yang paling populer karena relatif murah dan mudah diinstal serta ditangani. Ethernet Card adalah jenis perangkat keras jaringan komputer berupa adaptor, awalnya diciptakan untuk membangun sebuah Local Area Network (LAN). Hal ini digunakan untuk mendukung standar Ethernet untuk koneksi jaringan kecepatan tinggi melalui kabel dalam jaringan atau sering disebut sebagai kartu LAN. Dalam Sejarah Ethernet dibuat oleh Xerox di tahun 1976, Ethernet telah disetujui sebagai standar industri protokol LAN tahun 1983. Sebuah network yang menggunakan Ethernet sebagai protokol sering disebut Ethernet network.
Fungsi Ethernet Card adalah membantu pertukaran file dan data melalui jaringan komputer. Komputer-komputer ini berkomunikasi melalui jaringan komputerdengan bantuan dari akses fisik ke media jaringan, dan Komputer ini berkomunikasimelalui jaringan komputer dengan bantuan akses fisik media jaringan, dan sistem pengalamatan tingkat rendah melalui penggunaan alamat MAC (nomor seri unik 48-bit yang disimpan dalam ROM yang dilakukan pada Ethernet Card ). Dalam sebuah jaringan, setiap komputer memiliki kartu dengan alamat MAC yang unik.
 Gambar. Ethernet Network
Kecepatan transmisi data ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat ini yang umum ada di pasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps – 100 Mbps yang biasa disebut seri 10Base/100Base. Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi 4 jenis, yakni sebagai berikut :
1)    10 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Ethernet saja (standar yang digunakan: 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF)
a)    10Base2 adalah sebuah jenis standar yang digunakan untuk mengimplementasikan jaringan berbasis teknologi Ethernet. 10Base2 juga disebut sebagai Thinnet atau Thin Coax karena teknologi jaringan ini menggunakan kabel koaksial (coaxial) tipis untuk menghubungkan komputer-komputer untuk membangun sebuah jaringan.
b)    10Base5 adalah sebuah standar implementasi pertama jaringan Ethernet. Standar ini sering juga disebut sebagai ThickNet karena memang jaringan ini menggunakan sebuah kabel koaksial (coaxial) tebal untuk menghubungkan komputer-komputer dalam membangun sebuah jaringan. Nama lainnya adalah Standard Ethernet, karena memang jenis ini merupakan implementasi jaringan Ethernet pertama kali.
c)    10BaseF adalah sebuah standar yang digunakan untuk mengimplementasikan jaringan dengan teknologi Ethernet. 10BaseF berbeda dari jenis-jenis Ethernet (10BaseT, 10Base2, 10Base5), karena standar ini menggunakan kabel serat optik, dan tidak menggunakan kabel tembaga seperti Unshielded twisted pair (UTP) atau kabel koaksial. 10BaseF dibuat berdasarkan spesifikasi IEEE 802.3 oleh Project 802.
d)    10BaseT adalah sebuah standar yang digunakan untuk mengimplementasikan jaringan berbasis teknologi Ethernet. Dibandingkan dengan standar 10Base2 atau 10Base5, standar 10BaseT ini lebih populer, meski kecepatan yang ditawarkan adalah sama, yaitu 10 Megabit per detik. 10BaseT menggunakan kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) untuk menghubungkan komputer, dan menggunakan hub untuk membentuk sebuah jaringan.
2)    100 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Fast Ethernet (standar yang digunakan: 100baseFX, 100baseT, 100BaseT4, 100BaseTX)
3)    1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik, yang sering disebut sebagai Gigabit ethernet (standar yang digunakan : 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT)
4)    10000 Mbit/detik atau 10 Gbit/detik. Standard ini belum banyak diimplementasikan.
Cara Kerja Ethernet
Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data-link dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame ebelum ditransmisikan di atas kabel. Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi  Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tdak dapat melakukan keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.
Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access  with Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan “mendengar” terlebih dahulu sebelum „berbicara”, artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang  mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasarkan basis FirstCome, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.

Media Transmisi Antara Wire (Guided) dan Wireless (Unguided)

Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.








1. Media Transmisi Wire

Media transmisi wire disebut juga media transmisi guided, artinya Guided media menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). Sinyal yang melewati media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas fisik media. Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang menerima dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical fiber/serat optik menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.
2. Media Transmisi Wireless

Media transmisi wireless atau yang disebu juga unguided transmission adalah suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media unguided/wireless ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air.Untuk transmisi, Antena menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombanvg elektromagnetikdari media.Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless yaitu :
a.    Searah.
Untuk konfigurasi searah, antena pentransmisi mengeluarkan sinyal elektromagnetik yang terpusat; antenna pentransmisi dan antenna penerima harus disejajarka dengan hati-hati. Umumnya, semakin tinggi frekuensi sinyal, semakin mungkin menfokuskannya kedalam sinar searah.
b.    Segala Arah.
Untuk konfigurasi segala arah, sinyal yang ditransmisikan menyebar luas ke seagala penjuru dan diterima oleh banyak antenna.

Network Operating System

Notwork Operating System (Sistem Operasi Jaringan) adalah sebuah program yang mengendalikan dan mengatur lalu-lintas suatu network serta menyediakan pelayanan kepada komputer-komputer yang terdapat pada network tersebut. Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan.

Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan system operasi jaringan peer to peer. Jaringan Client-Server, Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation. Jaringan Peer To Peer, Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:

    Microsoft MS-NET
    Microsoft LAN Manager
    Novell NetWare
    Microsoft Windows NT Server
    GNU/Linux
    Banyan VINES
    Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris

Sesuai fungsi komputer pada sebuah jaringan, maka tipe jaringan komputer dibedakan menjadi dua tipe:

    Jaringan peer to peer
    Jaringan client/server

Network Interface Card (NIC)

            Network interface card (NIC) atau network card adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer.Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.
Jenis NIC yang beredar antara lain :
1.    NIC Fisik
NIC fisik umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motheboard komputer,yang dapat berupa kartu dengan bus ISA,bus PCI,bus EISA,bus MCA atau bus PCI Express.Selain dari kartu yang ditancapkan ke dalam mottherboard,NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu demgan bus USB,PCMCIA,bus serial,bus paralel atau Express Card,sehungga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile).Contoh NIC yang bersifat adalah NIC Ethernet,Token Ring,dan lainnya.Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan.
Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis:
o    Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media=specific NiC);yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan.Contohnya adalah NIC Ethernet yangdapat berupa Twisted-Pair (UTP ATAU STP),Thinnet atau Thicknet atau bahkan tanpa kabel (wireless ethernet).
o    Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik (architecture-specific NIC);yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis  sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan.Contohnya adalah Ethernet,Token Ring serta FDDI (Fiber Distributed Data Interface).

2.    NIC Logis
NIC logis merupakan jenis NIC yang tidak ada secara fisik dan menggunakan sepenuhnya perangkat lunak yang diinstalasikan di atas sistem operasi dan bekerja seolah-olah diirinya adalah sebuah NIC.Contoh NIC yang bersifat logis adalah lookback adapter dan dial-up adapter.
    Jenis bus yang digunakan untuk NIC terdiri atas ISA, PCI, PCMCIA.
1)    ISA(Industry Standard Architecture). Dulu, bus jenis ini digunakan pada IBM PC. Data ditransfer menggunakan jalur 8 bit Bekerja dalam CPU jenis 8086 dan 8088 Memiliki kecepatan 8 Mbps
Digunakan pada printer, modem, sound card.
2)    PCI (Peripheral Component Interface), dapat melakukan transfer data 32 bit dalam satu waktu
Sudah mendukung teknologi plug and play terbaru PCI sebenarnya digunakan untuk meningkatkan kecepatan grafis.
3)    PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association). Ditujukan untuk laptop dan notebook, PCMCIA v1.0 merupakan standar untuk memory card, PCMCIA v2.0 sudah digunakan untuk modem, disk drive, dan network card.

Komponen Jaringan Komputer dan Pentingnya IPv6

 Komponen – Komponen Utama Jaringan Komputer :

1. Komputer, yang terdiri dari 2 (dua) jenis :

a.      Komputer Server.
Server merupakan sebuah sistem komputer yang didalamnya menyediakan jenis layanan tertentu yang bisa diakses oleh komputer – komputer client yang terhubung dalam sebuah jaringan.
b.      Komputer Client
Komputer yang digunakan untuk melakukan pengelolahan data-data yang diambil dari server . Komputer client menerima pelayanan dari server apa yang telah di sajikan oleh server.

2.  Network Interface Card (NIC)

NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer.  Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter.Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan.
Fungsi NIC
·         Media pengirim data ke komputer lain di dalam jaringan
·         Mengontrol data flow antara komputer dan sistem kabel
·         Menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan menerjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer.

3.   Network Device yaitu perangkat dalam jaringan komputer,

a.       HUB
Hub adalah Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.
Fungsi HUB
·         Memfasilitasikan penambahan penghilangan atau penambahan workstation
·         Menambah jarak network ( fungsi sebagai repeater )
·         Menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda ( Ethernet, Toket ring, FDDI )
·         Menawarkan featur yang fault tolerance ( Isolasi Kerusakan )
·         Memberikan menegement yang tersentralisasi ( koleksi informasi, diagnostic)

b.      Switch
Switch adalah Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.

c.       Router
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Fungsi Router Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

d.      Access Point

Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote. Dengan access points (AP) clients wireless bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara wireless.
Access Point dalam jaringan komputer, sebuah jalur akses nirkabel (Wireless Access Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait.
Wireless Access Point (WAP/AP) adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan alat-alat dalam suatu jaringan, dari dan ke jaringan Wireless.
Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

4.    Media Transmisi, secara jenisnya media transmisi terbagi kedalam 2 jenis yakni :

a.       Media transmisi menggunakan kabel / kawat (wire), media ini disebut juga media guide karena memiliki sistem transmisi secara terarah. Beberapa jenis media wire antara lain :
-          Kabel  UTP (Unshielded Twisted Pair) / STP (Shielded Twisted Pair) yang mempunyai jangkauan transmisi gelombang maksimal 10 meter yang terdiri dari beberapa kategori yaitu :
a.       Kategori  5 dengan kecepatan hantaran 10 Mbps.
b.      Kategori 5e dengan kecepatan hantaran 100 Mbps.
c.       Kategori 6 dengan kecepatan hantaran 1.000 Mbps.
d.      Kategori 7 dengan kecepatan hantaran 10.000 Mbps.

-          Kabel Coaxcial
Kabel Koaksial adalah kabel yang memiliki dua buah konduktor, konduktor yang pertama copper ditengahnya( pusat inti ) terbuat dari tembaga yang keras yang dilapisi dengan isolator, konduktor yang kedua melingkar di luar isolator pertama dan tertutup dengan insulator luar. Jenis kabel ini biasanya digunakan untuk topologi Bus.

-          Fiber Optic, media ini dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok berdasarkan kemampuan jangkauan transmisi yaitu :
a.       Single Mode, media ini hanya mempunyai jangkauan maksimal 400 meter.
b.      Multi Mode, media ini mampu membawa gelombang maksimal 70 Km

b.      Media transmisi tanpa kabel / kawat (wireless) yang disebut juga media unguide karena memiliki sistem transmisi yang tidak bisa diarahkan, beberapa jenis wireless antara lain :
-          Wi-Fi
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu komplotan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

-          Bluetooth
Bluetooth adalah teknologi yang memungkinkan dua perangkat yang kompatibel, seperti telepon dan PC untuk berkomunikasi tanpa kabel dan tidak memerlukan koneksi saluran yang terlihat. Teknologi ini memberikan perubahan yang signifikan terhadap peralatan elektronik yang kita gunakan.
Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz (antara 2.402 GHz sampai 2.480 GHz) yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host to host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Bluetooth dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.

-          Infrared
sinar elektromagnet yang panjang gelombangnya lebih daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm dan 1 mm. Sinar infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spectrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang cahaya merah. Dengan panjang gelombang ini maka cahaya infra merah ini akan tidak tampak oleh mata namun radiasi panas yang ditimbulkannya masih terasa/dideteksi. Infra merah dapat dibedakan menjadi tiga daerah yakni:
·         Near Infra Merah………………0.75 – 1.5 µm
·         Mid Infra Merah..………………1.50 – 10 µm
·         Far Infra Merah……………….10 – 100



5.    Network Operating System (NOS) yaitu Sistem Operasi yang digunakan pada komputer baik server maupun client.
NOS yang umum digunakan yakni windows, linux, mac OS.
Sistem operasi jaringan (Inggris: network operating system) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:
·         Microsoft MS-NET
·         Microsoft LAN Manager
·         Novell NetWare
·         Microsoft Windows NT Server
·         GNU/Linux
·         Banyan VINES
·         Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris

PENTINGNYA IPv6


Keterbatasan Protokol Lancar


Seperti disebutkan sebelumnya, IPv4 yang merupakan versi saat ini digunakan adalah versi satunya yang dikerahkan dan belum berubah sejak RFC 791, yang diterbitkan pada tahun 1981. Namun, itu dirancang hanya berfokus pada jaringan percobaan kecil dan pertumbuhan saat ini Internet tidak dianggap. Setelah dua dekade internet menjadi alat komunikasi populer yang digunakan secara luas. Popularitas ini disebabkan untuk mencapai batas-batas struktural IP.

Properti yang paling penting dari IP adalah nomor alokasi sistem yang memberikan nomor ke semua orang (Karadere, nd). Secara teori, dengan 32-bit struktur pengalamatan, IPv4 menyediakan 4294967296 nomor IP. Namun, seperti Yeğin (2005) menyatakan, karena mekanisme alokasi nomor yang tidak efisien, jumlah alamat aktif tidak pernah dapat mencapai tingkat ini. Dalam rangka untuk menggunakan ruang alamat yang terbatas lebih efisien, banyak teknologi seperti Classless Inter-Domain Routing (CIDR), Point-to-Point Protocol (PPP) dan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) telah dikembangkan. Namun, menurut Kozierok (2004) mereka hanya membantu untuk menunda kelelahan ruang alamat. Akhirnya, Network Address Translator (NAT) teknologi dimasukkan ke dalam struktur Internet sebagai patch untuk membatasi alamat.

NAT adalah sistem yang memungkinkan host untuk menghubungkan pribadi ditujukan Internet melalui alamat IP publik yang sama.


Sebuah Burn ke IPv6


Ruang alamat saat ini tidak mampu memenuhi pertumbuhan eksponensial dari internet. Meskipun, NAT dan teknologi lainnya telah memperpanjang waktu hidup IPv4, teknik ini tidak dapat menjadi solusi lengkap untuk masa depan Internet. Selain itu, beberapa masalah seperti ruang alamat yang terbatas adalah masalah struktural yang tidak bisa diperbaiki. Itu berarti versi baru dari IP yang fleksibel adalah satu-satunya solusi harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, pada 1990-an, Internet Engineering Task Force (IETF) telah mulai bekerja pada protokol baru yang kuat disebut IP Protokol Generasi Berikutnya (IPng), kemudian dinamai IP versi 6 (IPv6).

Karena nomor versi '6 'mungkin bertanya "Apa yang terjadi pada IP versi 5?". Nomor versi 5 diberikan ke Internet Streaming Protocol (ST) yang "diciptakan untuk transmisi eksperimental suara, video, dan simulasi didistribusikan. Dua dekade kemudian, protokol ini direvisi menjadi ST2 dan mulai mendapatkan diimplementasikan ke dalam proyek-proyek komersial oleh kelompok-kelompok seperti IBM, NeXT, Apple, dan Sun "(Krikorian, R., 2003)..
Evolusi IP
Menurut Kozierok (2004), faktor pendorong utama dalam IPv6 adalah perlunya menciptakan ruang alamat yang lebih besar. Selanjutnya, bersama-sama dengan memperbaiki masalah IPv4, keputusan sebuah protokol baru "masuk akal untuk menggunakan kesempatan untuk membuat sebanyak perbaikan mungkin". Peningkatan ini penting tercantum dalam Tabel 1, yang merupakan perbandingan IPv6 dengan IPv4.

IPv4

Sumber dan tujuan alamat 32 bit (4 byte) panjang.
Dukungan IPSec adalah opsional.
IPv4 header tidak mengidentifikasi aliran paket untuk penanganan QoS oleh router.
Kedua router dan host pengirim paket fragmen.
Header termasuk checksum.
Header termasuk pilihan.
Address Resolution Protocol (ARP) menggunakan frame broadcast ARP Request untuk menyelesaikan alamat IP ke alamat link-layer.
Internet Group Management Protocol (IGMP) mengelola keanggotaan dalam kelompok subnet lokal.
Penemuan Router ICMP digunakan untuk menentukan alamat IPv4 dari gateway default terbaik, dan itu adalah opsional.
Alamat broadcast digunakan untuk mengirimkan lalu lintas ke semua node pada subnet.
Harus dikonfigurasi secara manual maupun melalui DHCP.
Menggunakan alamat host (A) sumber daya catatan dalam Domain Name System (DNS) ke nama host peta ke alamat IPv4.
Menggunakan pointer (PTR) resource record di DNS domain IN-ADDR.ARPA untuk memetakan alamat IPv4 ke nama host.
Harus mendukung ukuran paket 576-byte (mungkin terfragmentasi).


IPv6

Sumber dan tujuan alamat 128 bit (16 byte) panjang.
IPSec dukungan yang dibutuhkan.
IPv6 header berisi Arus Label lapangan, yang mengidentifikasi aliran paket untuk penanganan QoS oleh router.
Hanya fragmen host mengirimkan paket, router tidak.
Header tidak termasuk checksum.
Semua data opsional dipindahkan ke extension header IPv6.
Pesan Multicast Neighbor Permohonan menyelesaikan alamat IP ke alamat link-layer.
Multicast Pendengar Discovery (MLD) pesan mengelola keanggotaan dalam kelompok subnet lokal.
ICMPv6 Router Permohonan dan pesan Router Iklan digunakan untuk menentukan alamat IP dari default gateway terbaik, dan mereka diwajibkan.
IPv6 menggunakan lingkup link-lokal semua-node alamat multicast.
Tidak memerlukan konfigurasi manual atau DHCP.
Menggunakan alamat host (AAAA) resource record di DNS untuk memetakan nama host ke alamat IPv6.
Menggunakan catatan penunjuk sumber daya (PTR) dalam domain DNS IP6.ARPA ke alamat IPv6 ke host peta nama.
Harus mendukung ukuran paket 1280 byte (tanpa fragmentasi).